Laporan: Ninis Indrawati
BONDOWOSO | SUARAGLOBAL.COM – Semangat menjaga kelestarian bumi tak lagi sekadar menjadi slogan kosong. Di lereng indah Bukit Bintang, Kecamatan Binakal, aksi nyata itu benar-benar diwujudkan oleh jajaran Polres Bondowoso melalui kegiatan penanaman pohon serentak yang sarat makna.
Dipimpin langsung oleh Kapolres Bondowoso, AKBP Dr Aryo Dwi Wibowo, kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-46 tahun 2026. Suasana penuh semangat dan kebersamaan tampak jelas saat ratusan bibit pohon ditanam di kawasan tersebut.
Tak hanya melibatkan aparat kepolisian, kegiatan ini juga menggandeng berbagai instansi terkait serta elemen masyarakat. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi simbol kuat bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas satu pihak.
Dengan penuh antusias, para peserta menanam berbagai jenis pohon produktif seperti alpukat, durian, dan mangga. Pemilihan jenis tanaman ini bukan tanpa alasan. Selain memiliki daya tahan yang baik untuk memperkuat struktur tanah dan mencegah erosi, pohon-pohon tersebut juga berpotensi memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat di masa depan.
Kapolres Bondowoso menegaskan bahwa kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremoni belaka. Ia menekankan pentingnya komitmen jangka panjang dalam menjaga kelestarian alam.
“Menjaga alam adalah tanggung jawab kita bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menghentikan penebangan liar dan mulai menanam pohon sebagai investasi masa depan,” ujar AKBP Aryo, Kamis (24/4/2026).
Menurutnya, manfaat dari penanaman pohon sangat luas dan berdampak langsung bagi kehidupan. Selain menghasilkan oksigen, pohon juga berfungsi menyerap karbon dioksida, sehingga membantu mengurangi dampak perubahan iklim.
Lebih dari itu, keberadaan pohon mampu menjaga ketersediaan air tanah dan memperkuat struktur tanah. Akar-akar pohon yang kokoh menjadi benteng alami dalam mencegah bencana seperti longsor dan banjir.
Di sisi lain, pohon produktif yang ditanam juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hasil panen di masa mendatang diharapkan dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi warga sekitar.
Dalam penutupnya, Kapolres menyampaikan pesan yang sarat makna spiritual dan sosial.
“Setiap pohon yang kita tanam bukan hanya memberi manfaat bagi lingkungan, tetapi juga menjadi amal kebaikan yang bernilai pahala,” pungkasnya.
Gerakan penghijauan di Bukit Bintang ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa dimulai dari langkah sederhana, namun berdampak besar bagi generasi mendatang. (*)






