Laporan: Ninis Indrawati
TANJUNG PERAK | SUARAGLOBAL.COM – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak berlangsung aman dan tertib. Aparat kepolisian bergerak cepat dengan menerjunkan ratusan personel untuk mengawal jalannya aksi buruh yang melintasi jalur-jalur strategis Kota Surabaya, Jumat (1/5/2026).
Sebanyak 277 personel disiagakan guna memastikan arus lalu lintas tetap lancar serta aktivitas ekonomi di kawasan pelabuhan tidak terganggu. Pengamanan dipimpin langsung oleh Kasatlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak yang turun ke lapangan memantau pergerakan massa.
Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto, mengungkapkan bahwa fokus pengamanan berada di titik-titik krusial yang menjadi akses utama perlintasan massa aksi, baik dari dalam Kota Surabaya maupun dari wilayah penyangga seperti Gresik.
“Pengamanan kami pusatkan di jalur vital seperti Pospol Margomulyo, Jalan Margomulyo, Jalan Perak Timur, Jalan Greges Timur, Jalan Kalianak di titik 51, 55, dan 66, serta Jalan Tambak Langon depan Panin Bank hingga Pos Pol Suramadu,” jelasnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, terdapat tiga gelombang massa unjuk rasa yang melintas di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Gelombang pertama terdiri dari dua mobil komando dan sekitar 200 kendaraan roda dua. Gelombang kedua membawa satu mobil komando dengan sekitar 150 kendaraan roda dua. Sementara gelombang ketiga berasal dari arah Gresik dengan sekitar 50 kendaraan roda dua.
Meski jumlah massa cukup besar, situasi tetap terkendali berkat pendekatan pengamanan yang mengedepankan sikap humanis. Personel tidak hanya berjaga, tetapi juga aktif memberikan pengawalan kepada peserta aksi.
“Kami menerapkan pola pengamanan jalur secara humanis. Personel di lapangan tidak hanya memantau, tetapi juga memberikan pelayanan pengawalan bagi peserta unjuk rasa agar tetap dalam barisan dan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya,” ujar Iptu Suroto.
Selain itu, petugas juga telah menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas secara situasional. Pengalihan arus hingga penutupan jalan dilakukan jika terjadi kepadatan, khususnya di titik rawan seperti Jalan Kalianak dan Margomulyo.
Upaya ini terbukti efektif. Hingga seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, tidak ditemukan kejadian menonjol yang mengganggu keamanan maupun ketertiban.
“Alhamdulillah, kejadian menonjol nihil. Berkat koordinasi yang baik antara petugas dan koordinator lapangan massa aksi, situasi tetap aman, kondusif, dan arus lalu lintas relatif terkendali,” pungkasnya.
Dengan pengamanan maksimal dan pendekatan persuasif, peringatan May Day 2026 di kawasan Tanjung Perak menjadi contoh sinergi antara aparat dan massa aksi dalam menjaga ketertiban di tengah dinamika kota industri. (*)






