Laporan: Ninis Indrawati
LUMAJANG | SUARAGLOBAL.COM – Alarm kelangkaan gas melon mulai berbunyi! Menyusul keluhan warga yang kesulitan mendapatkan LPG 3 kilogram, jajaran Polres Lumajang langsung tancap gas turun ke lapangan. Tak tanggung-tanggung, pengawasan dilakukan dari hulu hingga hilir mulai SPBE, agen, hingga pangkalan.
Langkah sigap ini dilakukan demi memastikan distribusi LPG subsidi tetap aman dan tepat sasaran, sekaligus menutup celah permainan nakal yang bisa merugikan masyarakat kecil.
Pantauan dilakukan serentak di sejumlah wilayah rawan, seperti Pasirian, Kunir, Pronojiwo, Lumajang Kota, hingga Senduro. Polisi bersama Polsek jajaran menyisir titik-titik distribusi untuk mengurai benang kusut pasokan gas melon.
Di wilayah Pasirian, petugas menemukan pasokan dari Pertamina masih berjalan rutin. Namun, masalah muncul di distribusi tingkat bawah yang belum merata.
Artinya, gas sebenarnya tersedia tapi belum sepenuhnya sampai ke tangan masyarakat.
Berbeda dengan Pasirian, kondisi di Pronojiwo cukup memprihatinkan. Di sejumlah pangkalan, tabung kosong justru mendominasi dibandingkan tabung berisi.
Distribusi memang tetap berjalan setiap hari, tetapi jumlah stok yang terbatas membuat kebutuhan warga belum sepenuhnya terpenuhi.
Di pusat Kota Lumajang, fakta lain terungkap. Keterlambatan distribusi sejak menjelang Lebaran menyebabkan pasokan LPG turun hingga sekitar 20 persen.
Tak hanya itu, antrean panjang di SPBE turut memperparah kondisi. Proses pengisian yang tersendat berdampak langsung pada lambatnya suplai ke pangkalan.
Sementara di Kunir, distribusi LPG masih sangat bergantung pada jadwal pengiriman mingguan. Saat hari libur nasional, suplai praktis tersendat total.
Di sisi lain, wilayah Senduro menghadapi persoalan berbeda. Tingginya permintaan dari luar daerah membuat stok di agen cepat ludes, hingga warga lokal harus bersaing mendapatkan gas subsidi.
Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar melalui Kasi Humas Ipda Suprapto menegaskan, pengawasan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah serius untuk mencegah penyelewengan.
“Distribusi harus lancar dan tepat sasaran. Kami tidak akan mentolerir praktik yang merugikan masyarakat,” tegasnya.
Polres Lumajang juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan LPG subsidi sesuai peruntukannya. Jika ditemukan praktik penimbunan atau penyalahgunaan, aparat memastikan akan bertindak tegas tanpa kompromi.
Dengan pengawasan ketat yang terus digencarkan, diharapkan distribusi LPG 3 kilogram di Lumajang kembali normal. Tujuannya jelas agar masyarakat kecil tidak lagi kesulitan mendapatkan gas melon untuk kebutuhan sehari-hari.
Kini, semua mata tertuju pada perbaikan distribusi. Akankah krisis gas melon segera teratasi? Polisi sudah turun tangan hasilnya tinggal menunggu waktu. (*)






